Labels

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Januari 2011

RPP TENAGA HONORER


Pengangkatan seorang guru honorer memang menjadi idam-idaman bagi setiap guru. Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita. Pertimbangan tersebut ternyata tidak semua guru honorer akan di angkat dalam waktu yang bersamaan. Berukut ini kami paparkan hasil dari beberapa pertemuan GTT seperti yang ditulis didalam situs : www.dkhi.co.id.
semoga menjadi bahan pertimbangan kita semua yang saat ini sangat menanti pengangkatan menjadi CPNS. Bukan bermaksud mendahului kewenagan pemerintah ataupun instansi terkait tentang adanya RPP ini tetapi hanya sebagai pertimbangan saja, atau mungkin sebagai bahan renungan. Semoga dapat membantu . . .

RPP ini memperlihatkan konsistensi Pemerintah terhadap janjinya di PP 43 Tahun 2007 dalam Penjelasan Pasal 6 Ayat (2) yang berbunyi
Tenaga honorer yang bekerja pada instansi pemerintah dan penghasilannya tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, baru dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil apabila semua tenaga honorer yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah seluruhnya secara nasional telah diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil sebelum Tahun Anggaran 2009.
Dengan demikian, apabila masih terdapat tenaga honorer yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah belum diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil sampai Tahun Anggaran 2009, maka tenaga honorer yang tidak dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tidak dapat diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.
Apabila sebelum Tahun 2009 secara nasional tenaga honorer yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah telah selesai seluruhnya diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, maka tenaga honorer yang tidak dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bekerja pada instansi pemerintah dapat diangkat menjadi Calon
Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan kebijakan nasional, berdasarkan formasi, analisis kebutuhan riil, dan kemampuan keuangan negara.
Pengangkatan Tenaga Honorer (TH) yang seharusnya tuntas pada tahun 2009, secara nasional masih menyisakan banyak permasalahan baik karena tercecer, mekanisme, maupun kecurangan.
Melalui Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Nomor 05 Tahun 2010 tentang Pendataan Tenaga Honorer yang bekerja di lingkungan instansi Pemerintah, yang di tujukan kepada pembina kepegawaian Pusat dan Daerah mengisyaratkan akan ditindaklanjutinya Pendataan TH Jilid II
Pembahasan mengenai honorer, khususnya tentang RPP tenaga honorer jilid II, terakhir dilakukan pada 26 April 2010 antara pemerintah yakni Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE. Mangindaan, Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh, Menteri Agama Surya Darma Ali, Kepala Badan Kepegawian Negara, Edy Topo Ashari serta perwakilan beberapa Kementrian dan Gabungan Komisi I, VIII dan X DPR RI.
EE Mangindaan dalam kunjungannya ke BKN Jakarta (18 Maret 2010) menyampaikan beberapa alternatif pengangkatan tenaga honorer, Yakni :
1. Tenaga honorer yang dianggap memenuhi syarat sesuai dengan PP 48 Tahun 2005 dan PP 43 Tahun 2007, namun tercecer, terselip, tertinggal, maka diangkat tanpa melalui seleksi setelah dilakukan verifikasi dan validasi
2. Tenaga Honorer yang memenuhi syarat sesuai dengan PP 48 Tahun 2005 dan PP 43 Tahun 2007,, TIDAK bekerja di Instansi Pemerintah, maka Pemerintah memberikan beberapa alternatif untuk pengangkatannya
3. tenaga honorer yang diangkat oleh pejabat yang TIDAK berwenang, dibiayai BUKAD oleh APBD/APBN, tetapi bekerja di instansi Pemeriantah, maka pemerintah memberikan solusi untuk mengadkan seleksi administrasi dan ujian tertulis antar honorer dengan formasi 30% pada masing-masing instansi.
4. adapun tenaga honorer yang diangkat oleh pejabat yang TIDAK BerwenaNG , BEKERJA DI Instansi BUKAN pemerinatah dan dibiayai BUKAN APBN/APBD, maka tidak dapat dipertimbangkan menjadi CPNS
Ini masih sekedar RPP yang masih perlu pembahasan dan persetujuan dari pemerintah dan DPR, marilah kita berdoa, semoga aparat yang akan memutuskan dan mengelola diberikan kemudahan, kejujuran, dan komitmen yang baik untuk kemajuan bangsa.
Pasal – Pasal RPP yang menyedihkan
1. Pasal 6A
1) Pengangkatan tenaga honorer sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat (3) dilakukan 1 (satu) kali berdasarkan Formasi tahun anggaran 2011 melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi dan seleksi ujian tertulis sesama tenaga honorer.
2) Seleksi ujian tertulis tenaga honorer sebagaimana pada ayat (1) dilaksanakan 1 (satu) kali dengan materi Tes Kompetensi Dasar (TKD) berdasarkan kisi-kisi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
3) Jumlah formasi untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri sipil yang mengikuti seleksi ujian tertulis sebagaiman dimaksud pada aya (2) ditetapkan paling banyak 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah tambahan formasi tahun anggaran 2011 pada masing-masing instansi sesuai dengan kemampuan keuangan Negara.
4) Penentuan kelulusan bagi tenaga honorer yang mengikuti seleksi ujian tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan atas peringkat nilai tertinggi sampai dengan peringkat nilai terendah sejumlah batas jumlah alokasi formasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
2. Pasal 9A
1) Tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat administrasi atau tidak lulus seleksi ujian tertulis, diperlakukan sebagai berikut :
a. Apabila tenaga honorer sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tenaganya masih dibutuhkan sesuai kemampuan keuangan instansi, berkelakuan baik, dan mempunyai kinerja yang baik, diperlakukan sebagai berikut:
1) Dapat tetap bekerja pada instansi yang bersangkutan dengan SK Pengangkatan dari Pejabat Pembina Kepegawaian;
2) Diberikan penghasilan setiap bulan secara adil dan layak sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab;
3) Dapat diikutsertakan menjadi peserta tabungan hari tua dan/atau diikutsertakan dalam program asuransi kesehatan.
b. Instansi dapat memperhentikan dan/atau tidak memperpanjang lagi tenaga honorer yang tenagannya tidak dibutuhkan.
2) Anggaran yang diprlukan untuk membiayai tenaga honorer sebagaiman dimaksud pada ayat (1) huruf a bersumber dari;
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada masing-masing instansi yang bersumber dari Pendapatan Negara bukan pajak untuk Instansi Pemerintah Pusat dan
b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada masing-masing instansi yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah untuk Instansi Pemerintah Daerah.

Sabtu, 27 November 2010

PERJUANGAN GTT

Pak Rujito kecapekan
Pak Sajaka  
Memahami kerja,mungkin itu istilah klise seorang pekerja atau bahkan seorang pendidik seperti rekan-rekan saya. Biarpun hanya seorang guru wiyata bhakti tetapi kinerjanya bisa melebihi seorang PNS walau honornya tak sebanding dengan pengabdiannya. Hanya karena adanya suatu pengharapan hidupnya bisa seperti yang lain, 20 tahun mengabdi takkan pernah berhenti.
Sekolah baginya bukan untuk hidup tetapi bagaikan pepatah " hidup untuk sekolah". Bravo sahabatku, Trimakasih Pak Sajaka, Pak Rujito, tanpamu aku tak bisa menikmati pengabdian ini. Semoga pengabdian ini tidak sia-sia,selalu ingatlah "Gusti mboten sare". Pasti ! kerja keras hari ini, akan kita nikmati dihari yang akan datang.  Selamat berjuang Pak! Kabar gembira mungkin akan segera terdengar.
Setelah melalui beberapa tahap  pemberkasan dan verifikasi oleh pejabat yang berwenang pada bulan lalu. Kini pengumuman akan masuknya  data Tenaga Honorer Kategori II Kabupaten Sukoharjo telah dipampangkan di Kantor Pemkab Sukoharjo dan tinggal menunggu verifikasi dari BKN Pusat. Apakah nantinya langsung ada pengangkatan atau melalui Tes CPNS? Tetapi semoga pemerintah tetap menghargai perjuangan  GTT yang telah puluhan tahun mengabdi, bertahan hidup dengan keterbatasan yang hanya mengandalkan penghasilan dari seorang buruh dikala waktu mengajar telah usai. 
Satu yang membuat beliau-beliau ini bertahan, adalah menjadi "seorang guru PNS " yang bisa hidup selayaknya  orang lain, yang bisa membelikan sesuatu disaat anaknya ulang tahun, yang bisa membawa istrinya ke rumah sakit dikala sakit untuk berobat, yang bisa, . . . seperti orang lain. ( mungkin cuma bisa berhandai-andai).
Satu permohonan beliau saat ini ,' Hargailah Perjuangan Kami ". Entah kepada siapa beliau memohon? Mungkin kepada Pejabat di Dinas Pendidikan Sukoharjo atau kepada Pejabat Kantor BKD atau mungkin kepada Bapak Bupati Sukoharjo. Entahlah hanya Tuhan yang tau.
Tetapi yang pasti, semoga harapan ini segera terwujud.Selamat Berjuang Pak Sajaka, Selamat Berjuang Pak Rujito. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungimu. Amin.